SINUSITIS
SINUSITIS
DEFINISI
Sinusitis merupakan peradangan mukosa sinus paranasal yang dapat berupa sinusitis maksilaris, sinusitis etmoid, sinusitis frontal, dan sinusitis sfenoid yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur. Bila yang terkena lebih dari satu sinus disebut multisinusitis, dan bila semua sinus terkena disebut pansinusitis.
ETIOLOGI
ISPA akibat virus
Bermacam rinitis, terutama rinitis alergi
Rinitis hormonal pada wanita hamil
Polip hidung
Kelainan anatomi, seperti : deviasi septum atau hipertrofi konka
Sumbatan komplek ostio-meatal (KOM)
Infeksi tonsil
Infeksi gigi
Kelainan imunologik
Diskinesia silia seperti pada sindroma Kartagener
Hipertrofi adenoid : pada anak
Lingkungan berpolusi
Udara dingin atau kering
Kebiasaan merokok
Readmore...
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS
DEFENISI
Merupakan salah satu penyakit yg paling sering menyerang manusia, dan terutama bermanifestasi sebagai “common cold” (masuk angin).
ETIOLOGI
Kebanyakan disebabkan o/ virus dan mikoplasma.
Patogen tersering adalah rinovirus, tp coronavirus, respiratory syncytial virus, virus parainfluenza dan influenza, adenovirus, enterovirus dan bahkan streptokokus-beta hemolitikus grup A jg dpt menjdi penyebab.
Tonsilitis
T0 : bila sudah dioperasi
T1 : ukuran yang normal ada
T2 : pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah
T3 : pembesaran mencapai garis tengah
T4 : pembesaran melewati garis tengah
Readmore...
ANATOMI DAN HISTOLOGI SALURAN PERNAPASAN ATAS
ANATOMI
DAN HISTOLOGI SALURAN PERNAPASAN ATAS
1.Saluran pernapasan atas
Hidung
Pharynx
Larynx
2.Saluran pernapasan bawah
Larynx
Trachea
Bronchus
Paru
HIDUNG LUAR
Bagian hidung yang terlihat dari luar.
Dibentuk oleh tulang dan cartilago hyaline:fleksibel.
Ditutupi otot dan kulit
Terdiridari:
1.Radix nasi
2.Apex nasi
3.Dorsum nasi
4.Nares
5.Alae nasi
6.Basis nasi
Kerangka hidung luar
1.Bagian tulang :
a.Os nasale
b.Proc. frontalis ossis maxillae
c.Pars nasalis ossis frontalis
2.Pars cartilaginosa :
a.Cartilago nasi lateral
b.Cartilago alaris major
c.Cartilago septi nasi
d.Cartilagines alares minores
Readmore...
RINITIS
KLASIFIKASI
A.Rinitis Aergi
B.Rinitis Non Alergi
-Rinitis vasomotor
-Rinitis medikamentosa
C.Rinitis Karena Infeksi
-Rinitis Atrofi
-Rinitis Hipertrofi
-Rinitis Candida
-Rinitis Tuberkulosa
-Rinitis simpleks
-Rinitis Difteri
-Rinitis sifilis
Definisi
-Kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang di perantarai oleh Ig E. (WHO 2001)
-Reaksi pada mata, hidung, dan tenggorokan akibat iritan dari udara bebas (alergen) yang memicu pengeluaran histamin. Histamin menyebabkan inflamasi dan produksi sekret pada hidung, sinus, dan mata.
DIAGNOSA
Anamnesis
Bersin, rhinorea, hidung tersumbat, hidung dan mata gatal, mata berair (lakrimasi).
Pada anak kadang keluhan kurang, keluhan hidung tersumbat merupakan keluhan utama atau satu-satunya gejala.
Pemeriksaan fisik
Rinoskopi anterior – tampak mukosa edema, basah, berwarna pucat disertai adanya sekret encer yang banyak. Bila gejala persisten tampak hipertrofi mukosa inferior.
Nasoendoskopi.
Terdapat bayangan gelap di daerah bawah mata (allergic shiner).
Tampak anak menggosok-gosok hidung karena gatal (allergi salute)yang lama kelamaan akan timbul garis melintang di dorsum nasi bagian sepertiga bawah (allergic crease).
Dinding posterior faring tampak granuler dan edema, dinding lateral faring menebal, lidah tampak seperti gambaran peta.
Pemeriksaan penunjang
In vitro:
Hitung eoosinofil dalam darah tepi N/↑
IgE total N
Sitologi hidung
Ditemukan eosinofil dalam jumlah banyak : alergi inhalan
Basofil > 5 sel/lap : alergi makanan
Ditemukan sel PMN : infeksi bakteri
In vivo:
Tes cukit kulit
Uji intrakutan atau intradermal yang tunggal atau berseri
Intracutaneus Provocative Dilutional Food Test : uji alergi makanan
Diet eleminasi dan provokasi “Challenge Test”
SELENGKAPNYA:
DOWNLOAD: rinitisalergi.ppt
Readmore...
PEMERIKSAAN SPIROMETRI
PEMERIKSAAN SPIROMETRI
RESPIRASI
• Ventilasi
• Difusi
• Perfusi
VENTILASI
Peristiwa masuk dan keluar udara ke dalam paru
-Inspirasi
-Ekspirasi
GANGGUAN VENTILASI
Restriksi : gangguan pengembangan paru
Parameter :
~ kapasiti vital (KV)
~ kapasiti vital paksa (KVP)
-Restriksi KV 80% nilai prediksi.
Obstruksi : perlambatan aliran udara ekspirasi
Parameter : volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1)
Obstruksi : VEP1 70% nilai prediksi VEP / KVP 70%
Readmore...
Search
Categories
- Cardiovascular (8)
- Case (38)
- Dermatology (3)
- Disease (37)
- Endokrin (3)
- Etika Kedokteran (3)
- Geriatri (5)
- Hematology (8)
- Hepatologi (5)
- Imunologi (3)
- Infection Disease (5)
- Mikrobiologi (4)
- Neurology (7)
- Opthalmologi (2)
- Parasitologi (2)
- Patologi Klinik (6)
- Pediatric (4)
- Psikiatri (2)
- Reproduksi (3)
- Respiratory (5)
- Siklus Hidup (8)
- THT (3)