CACAR AIR (VARISELA)
CACAR AIR (VARISELA)
• Definisi: infeksi akut oleh virus varisela zoster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.
• Dimulai gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi,malese, dan sakit kepala, disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel.
• Bentuk vesikel khas berupa tetesan embun (tear drops)
• Vesikel berubah menjadi pustul kemudian krusta
Herpes zoster
• Penyakit yang disebabkan okeh infeksi virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer.
Patogenesis
• Virus ini berdiam di ganglion posterior SST dan ganglion kranialis.
• Kelainan kulit yang timbul -> lokasinya setingkat dengan daerah persarafan ganglion.
• Kadang virus ini juga menyerang ganglion anterior, bagian motorik kranialis -> gejala gangguan motorik.
Readmore...
PENYAKIT KULIT YANG MENIMBULKAN EFLORESENSI
PENYAKIT KULIT YANG MENIMBULKAN EFLORESENSI
Dermatitis Atopik (DA)
• Definisi : Radang kulit kronis dan residif, disertai gatal, sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga pasien.
• Atopi : sekelompok penyakit pada individu yg mempunyai riwayat kepekaan dalam keluarganya. Misal : Asma bronkial, rinitis alergik
• Sinonim : Ekzema Atopik, Ekzema Konstitusional, Ekzema fleksural, neurodermitis diseminata, prurigo Besnier
Patogenesis
• Konsep dasar terjadinya DA -> melalui reaksi imunologik, yang diperantarai oleh sel-sel yang berasal dari sumsum tulang
• Kadar IgE dlm serum pasien DA meningkat
• Jumlah Eosinofil darah perifer meningkat -> 2 hal ini Bukti bahwa ada hubungan sistemik antara DA & alergi saluran napas (80% anak asma bronkial/rinitis alergik menderita DA)
Gejala & Tanda
• Pruritus (Utama), dpt hilang timbul sepanjang hari, lebih hebat pada malam hari • Papul • Likenifikasi • Eritema timbul akibat pasien menggaruk • Ekskoriasi • Eksudasi
• Krusta
Dermatitis Kontak
• Definisi : dermatitis yang disebabkan oleh bahan/substansi yang menempel pada kulit
• Jenis : dermatitis kontak secara garis besar dibedakan menjadi dermatitis kontak iritan (DKI) dan dermatitis kontak alergi (DKA). Keduanya dapat berlangsung secara akut mapun kronis.
• DKI -> peradangan kulit non imunologik, didahului tanpa proses sensitisasi
• DKA -> peradangan kulit imunologik, ada proses sensitisasi terhadap suatu alergen
dermatitis kontak iritan (DKI)
• Etiologi : bahan yang bersifat iritan, misalnya bahan pelarut, detergen minyak pelumas, asam, alkali dan serbuk kayu.
• Faktor individu :
ketebalan kulit (anak anak vs usia lanjut)
ras (kulit hitam vs kulit putih)
jenis kelamin (pria vs wanita)
penyakit lain (mis. Dermatitis atopik)
• Patogenesis :
Bahan iritan merusak lapisan tanduk, denaturasi keratin, menyingkirkan lemak lapisan tanduk, dan mengubah daya ikat air kulit.
Kebanyakan bahan iritan merusak membran kulit keratinosit, tetapi sebagian lain dapat menembus membran sel dan merusak lisosom, mitokondria, atau komponen inti.
Rentetan kejadian tersebut menimbulkan gejala peradangan klasik berupa eritema, edema, panas, nyeri bila iritan kuat. Jika bahan iritannya lemah menimbulkan kelainan kulit setelah berulang kali kontak.
Readmore...
DERMATITIS ERITROSKUAMOSA
DERMATITIS ERITROSKUAMOSA
• Penyakit kulit yang terutama ditandai dengan adanya eritema dan skuama
• Termasuk:
– Psoriasis
– Parapsoriasis
– Pitiriasis rosea
– Eritroderma
– Dermatitis seboroik
– Lupus eritematosus
– Dermatofitosis
Psoriasis
• Penyakit yang penyebabnya autoimun
• Bersifat kronik dan residif
• Ditandai dengan:
– Bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama kasar, berlapis-lapis dan transparan
– Terdapat fenomena tetesan lilin, Auspitz dan Köbne
• Sinonim
– psoriasis vulgaris (psoriasis biasa)
Bentuk-bentuk Klinis
• Psoriasis vulgaris
– Nama lain: tipe plak
• Psoriasis gutata
– Diameter kelainan X > 1cm
– Mendadak dan diseminata, umumnya setelah infeksi Streptococcus di saluran napas atas atau sehabis flu atau morbili
– Terutama pada dewasa muda dan anak
• Psoriasis inversa/fleksural
– Predileksi tempat pada daerah fleksor
• Psoriasis eksudativa
– Sangat jarang
– Kelainan psoriasis eksudatif seperti pada dermatitis akut
• Psoriasis seboroik
– Gabungan psoriasis dan dermatitis seboroik
– Skuama berminyak dan lunak
– Lesi pada tempat lazim, juga pada tempat seboroik
• Psoriasis pustulosa
– Psoriasis pustulosa palmoplantar (Barber), Kronik dan residif, mengenai telapak tangan dan kaki atau keduanya, Kelompok-kelompok pustul kecil, steril dan dalam diatas kulit eritem dan gatal
– Proriasis pustulosa generalisata akut (von Zumbusch) Tersering akibat pemberhentian KS sistemik mendadak, Dapat juga karena penisilin dan derivatnya dan antibiotik betalaktam lainnya, hidroklorokuin, kalium iodida, morfin, sulfapiridin, sulfonamida, kodein, fenilbutason dan salisilat, Bisa juga karena hipokalsemia, sinar matahari, alkohol, stres psikik, infeksi bakteri dan virus, Kulit nyeri dgn hiperalgesia, disertai demam, malaise, nausea dan anoreksia, Plak yang ada makin eritem, setelah bbp jam timbul plak edematosa dan eritematosa, pustul miliar pada plak -> dalam sehari menjadi lake of pus, Dapat terjadi eritroderma, Pemeriksaan lab -> leukositosis (20.000/μL)
• Eritroderma psoriatik
– Akibat pengobatan topikal yang terlalu kuat atau penyakit yg meluas
– Eritema dan skuama tebal universal -> plak psoriasis tidak tampak
Parapsoriasis, Jarang terdapat, etiologi belum diketahui, keadaan umum penderita baik, umumnya tidak disertai keluhan (kadang-kadang gatal ringan), perjalanannya perlahan-lahan dan menahun, kelainan kulit berupa eritema dan skuama, dan terapinya sukar. (BROCK, 1902)
Klasifikasi
• Parapsoriasis gutata
• Parapsoriasis variegata
• Parapsoriasis en plaques
Readmore...
Search
Categories
- Cardiovascular (8)
- Case (38)
- Dermatology (3)
- Disease (37)
- Endokrin (3)
- Etika Kedokteran (3)
- Geriatri (5)
- Hematology (8)
- Hepatologi (5)
- Imunologi (3)
- Infection Disease (5)
- Mikrobiologi (4)
- Neurology (7)
- Opthalmologi (2)
- Parasitologi (2)
- Patologi Klinik (6)
- Pediatric (4)
- Psikiatri (2)
- Reproduksi (3)
- Respiratory (5)
- Siklus Hidup (8)
- THT (3)