IMUNODEFISISENSI (HIV / AIDS)
IMUNODEFISISENSI
(HIV / AIDS)
Adalah sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat (defisiensi sistem imun), sehingga infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang, luar biasa berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Etiologi
Defek genetik :
defek gen-tunggal yang diekspresikan di banyak jaringan (ataksia-teleangiektasia)
defek gen tunggal khusus pada imun sistem (defek tirosin kinase pada X-linked agammaglobulinemia)
kelainan multifaktorial dengan kerentanan genetik (common variable immunodeficiency)
Obat/toksin :
Imunosupresan (kortikosteroid)
Antikonvulsan (fenitoin)
Penyakit nutrisi dan metabolik :
Malnutrisi (kwashiorkor)
Protein losing enteropathy (limfangiektasia intestinal)
Defisiensi vitamin (biotin)
Defisiensi mineral (seng)
Kelainan kromosom :
Anomali DiGeorge (delesi 22q11)
Defisiensi IgA selektif (trisomi 18)
Infeksi
Imunodefisiensi transien (campak dan varicella)
Imunodefisiensi permanen (infeksi HIV, rubella kongenital)
Readmore...
REAKSI HIPERSENSITIFITAS (ANAFILAKSIS DAN ANAFILAKTOID)
REAKSI HIPERSENSITIFITAS (ANAFILAKSIS DAN ANAFILAKTOID)
DEFENISI
Hipersensitivitas : peningkatan reaktivitas atau sensitivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya.
Reaksi hipersensitivitas terdiri atas berbagai kelainan yang heterogen yang dapat dibagi menurut berbagai cara
Dasar reaksi ini sama dengan kekebalan: adanya reaksi antara antibodi dan antigen
Yang membedakan :
Kekebalan: Ag (toksin, kuman infeksius) + Ab = netralisasi
Hipersesinsitivitas: Ag (obat, makanan) + Ab ≠ netralisasi
Pembagian rx hipersensitivitas menurut waktu
Reksi cepat
terjadi dalam hitungan detik, menghilang dalam 2 jam
Ikatan silang antara alergen dan IgE pada permukaan sel mast menginduksi pelepasan mediator vasoaktif
Manifestasi reaksi cepat berupa anafilaksis sistemik atau anafilaksis lokal
Reaksi intermediet
Terjadi setelah beberapa jam dan menghilang dalam 24 jam
Reaksi ini melibatkan pembentukkan kompleks imun IgG dan kerusakan jaringan melalui aktivasi komplemen dan sel NK/ADCC
Manifestasi reaksi intermediet dapat berupa :
Reaksi transfusi darah, eritroblastosis fetalis dan anemia hemolitik autoimun
Reaksi Arthus lokal dan reaksi sistemik
Reaksi intermediet diawali oleh IgG dan kerusakan jaringan penjamu yang disebabkan oleh sel NK atau sel netrofil
Readmore...
SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS (SLE)
SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS (SLE)
adalah penyakit autoimun sistemik kronik yang ditandai dengan adanya autoantibodi terhadap autoantigen, pembentukan kompleks imun, dan disregulasi sistem imun, menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh.
Perjalanan penyakitnya bersifat episodik (berulang) yang diselingi periode sembuh : masa bebas gejala (remisi) dan masa kekambuhan (eksaserbasi).
Pada setiap penderita, peradangan akan mengenai jaringan dan organ yang berbeda.
Beratnya penyakit bervariasi mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang muncul dan organ yang terkena.
ETIOLOGI
-Sistem imun tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antigen dari sel dan jaringan tubuh sendiri
-Penyimpangan reaksi imunologi ini akan menghasilkan antibodi secara terus menerus
-Antibodi ini juga berperan dalam pembentukan kompleks imun sehingga mencetuskan penyakit inflamasi imun sistemik dengan kerusakan multiorgan.
-Antibodi tsb melawan komponen nuklear dan sitoplasma sel dan diarahkan untuk melawan antigen permukaan sel darah dan melawan protein yang membentuk kompleks dengan fosfolipid
Artritis Reumatoid
Adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliarteritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh.
Terlibatnya sendi pada pasien Artritis Reumatoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresivitasnya. Pasien juga dapat memperlihatkan gejala konstitusional berupa kelemahan umum, cepat lelah, atau gangguan nonartikular lainnya.
Readmore...
Search
Categories
- Cardiovascular (8)
- Case (38)
- Dermatology (3)
- Disease (37)
- Endokrin (3)
- Etika Kedokteran (3)
- Geriatri (5)
- Hematology (8)
- Hepatologi (5)
- Imunologi (3)
- Infection Disease (5)
- Mikrobiologi (4)
- Neurology (7)
- Opthalmologi (2)
- Parasitologi (2)
- Patologi Klinik (6)
- Pediatric (4)
- Psikiatri (2)
- Reproduksi (3)
- Respiratory (5)
- Siklus Hidup (8)
- THT (3)